About Me
- weblog-yahya
- Hidup adalah sebuah perjalanan yang harus di jalani.... hanya pecundang yang lari dari kenyataan....
Rabu, 25 Mei 2016
Sabtu, 25 April 2015
Senin, 21 Desember 2009
INDEX my site
Selamat datang di weblog yahya. Saat Anda membuka sebuah halaman WEB, tentulah ada suatu hal yang Anda cari. Semoga sebagaian dari itu dapat Anda temukan di sini. Namun, seandainya tidak ada, semoga Anda menemukannya di tempat yang lain. Kami mengucapkan terimakasih atas kunjungan Anda.
Di sini ada beberapa artikel tentang apa yang saya pelajari dari sekolah. Apabila anda sedang mencari atau kebetulan sedang mempelajari (bagi orang awam) materi tersebut,berarti beruntunglah anda mampir di weblog yahya.hehehe
Selasa, 02 Juni 2009
Perintah Dasar Mikrotik
Membuat Router Dengan Mikrotik
MikroTik RouterOS adalah sistem operasi dan yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer
manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur lengkap untuk network dan wireless.
1. Install Mikrotik OS
– Siapkan PC, minimal Pentium I, RAM 64,HD 500M atau pake flash memory 64
– Di server / PC harus ada minimal 2 ethernet, 1 ke arah luar dan 1 lagi ke Network local
– Masukan CD mikrotik ke CDROM
– Boot dari CDROM
– Ikuti petunjuk yang ada, gunakan syndrom next-next dan default
– Install paket2 utama, lebih baiknya semua packet dengan cara menandainya (mark)
– Setelah semua paket ditandai maka untuk menginstallnya tekan "I"
– Lama Install +-15menit
– Setelah diinstall beres, PC restart akan muncul tampilan login
2. Setting dasar mikrotik
Langkah awal dari semua langkah konfigurasi mikrotik adalah setting ip
Hal ini bertujuan agar mikrotik bisa di remote dan dengan winbox dan memudahkan kita untuk
melakukan berbagai macam konfigurasi
– Login sebaga admin degan default password ga usah diisi langsung enter
Langkah setting Mikrotik TEXT
Mari kita mulai dengan asumsi proses install sudah berhasil
1. Install - OK
2. Setting IP eth1 222.124.xxx.xxx (dari ISP)
perintah :
ip address add address 222.124.xxx.xxx netmask 255.255.255.xxx interface ether1
IP tersebut adalah IP public / IP yang yang ada koneksi Internet
3. Setting IP eth2 192.168.1.254
perintah :
ip address add address 192.168.1.254 netmask 255.255.255.0 interface ether2
IP tersebut adalah IP Local anda. Sekarang lakukan ping ke dan dari komputer lain, setelah konek lanjutkan ke langkah berikutnya, kalau belum ulangi dari langkah no 2.
4. Setting Gateway
perintah :
ip route add gateway=222.124.xxx.xxx (dari ISP)
5. Setting Primary DNS
perintah :
ip dns set primary-dns=203.130.208.18 (dari ISP)
6. Setting Secondary DNS
perintah :
ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 (dari ISP)
7. Setting Routing masquerade ke eth1
perintah :
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
Untuk terakhir lakukan test ping ke Gateway / ke yahoo.com, bila konek maka Mikrotik anda dah siap di gunakan.
Blok Situs Lewat Mikrotik
Langkah-langkahnya :
- Login ke Mikrotik anda dengan biasa, dengan mengitikan user admin dan masukan passwordnya **********
- Setelah itu anda ketikan kode berikut :ip web-proxy> set enabled=yes port=8080 max-object-size=131072 hostname=admin transparent-proxy=yes cache-administrator=rendy.smania@gmail.com
- Kemudian ketikan kode berikut: ip web-proxy> print , Maka akan muncul kata-kata berikut :
enabled: yes
src-address: 0.0.0.0
port: 8080
hostname: 83h0m8
transparent-proxy: yes
parent-proxy: 0.0.0.0:0
cache-administrator: 83h0m8@gmail.com
max-object-size: 131072 KiB
cache-drive: system
max-cache-size: none
max-ram-cache-size: unlimited
status: running
reserved-for-cache: 3514368KiB
reserved-for-ram-cache: 19456KiB - Dan utk membuat transparent ketikan kode berikut :/ip firewall nat
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080 - Nah sekarang buat rule di firewall filter agar tidak jdi open proxy, ketikan kode berikut : /ip firewall filter
add chain=input in-interface= "interface dari internet" src-address=0.0.0.0/0 protocol=tcp dst-port=8080 action=drop Interface dari internet disini adalah nama interface di Router anda yang terhubung ke Internet, contoh : speedy - Dan sekarang kita masukan rule untuk mem-block situs-nya..!! Misal kita akan memblok situs "www.sex.com"maka ketikan kode berikut :/ip web-proxy access
add url="sex.com" action=deny comment="" disabled=no - Dan seterusnya....
Nah jika kita ingin mem-block situs dengan cara "kata2 tertentu akan kita block, contoh kita akan block kata "sex" maka ketikan kode berikut :/ip web-proxy access
add url="sex" action=deny comment="" disabled=no
Mikrotik sebagai Bandwidth controller
Untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle
Perintahnya :
interface=ether2 target-address=172.16.0.1/24 max-limit=65536/131072
queue simple> add name=Komputer02
interface=ether2 target-address=172.16.0.2/24 max-limit=65536/131072
dan seterusnya…
Ada beberapa penjelasan mengenai perintah dasar pada Mikrotik, yaitu :
Perintah mikrotik sebenarnya hampir sama dengan perintah yang ada dilinux, sebab pada dasarnya mikrotik ini merupakan kernel Linux, hasil pengolahan kembali Linux dari Distribusi Debian. Pemakaian perintah shellnya sama, seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.
Baiklah kita lanjutkan pengenalan perintah ini.
Setelah login, cek kondisi interface atau ethernet card.
–[1]– Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router
[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Mikrotik]>
Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
etherned cardnya, seharusnya R (running).
a. Mengganti nama interface
[admin@Mikrotik] > interface(enter)
b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka
[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public
c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
[admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local
d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip
[admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public
e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
[admin@Mikrotik] > /interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R Local ether 0 0 1500
1 R Public ether 0 0 1500
–[2]– Mengganti password default
Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]]>
–[3]– Mengganti nama hostname
Mengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ini
nama server akan diganti menjadi “routerku”
[admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku
[admin@routerku]>
–[4]– Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server
–[4.1]– IP Address
Bentuk Perintah konfigurasi
ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}
a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untuk
koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LAN
kita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2 \
netmask=255.255.255.0 interface=Public comment=”IP ke Internet”
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30 \
netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = “IP ke LAN”
b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@routerku] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 ;;; IP Address ke Internet
192.168.0.30/27 192.168.0.0 192.168.0.31 Local
1 ;;; IP Address ke LAN
192.168.1.2/24 192.168.0.0 192.168.1.255 Public
[admin@routerku]>
–[4.2]– Gateway
Bentuk Perintah Konfigurasi
ip route add gateway={ip gateway}
a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.1.1
[admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1
b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@routerku] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.30 Local
1 ADC 192.168.0.0/27 192.168.1.2 Public
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 Public
[admin@routerku]>
c. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@routerku] > ping 192.168.1.1
192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@routerku]>
–[4.3]– NAT (Network Address Translation)
Bentuk Perintah Konfigurasi
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-inteface={ethernet
yang langsung terhubung ke Internet atau Public}
a. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@routerku] > ip firewall nat add chain=scrnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>
b. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@routerku] ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>
–[4.4] Name server
Bentuk Perintah Konfigurasi
ip dns set primary-dns={dns utama} secondary-dns={dns ke dua}
a. Setup DNS pada Mikrotik Routers, misalkan DNS dengan Ip Addressnya
Primary = 202.134.0.155, Secondary = 202.134.2.5
[admin@routerku] > ip dns set primary-dns=202.134.0.155 allow-remoterequests=yes
[admin@routerku] > ip dns set secondary-dns=202.134.2.5 allow-remoterequests=yes
b. Melihat konfigurasi DNS
[admin@routerku] > ip dns print
primary-dns: 202.134.0.155
secondary-dns: 202.134.2.5
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@routerku]>
c. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@routerku] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@routerku]>
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang
bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.30, via browser buka http://192.168.0.30. Di Browser akan ditampilkan
dalam bentuk web dengan beberapa menu, cari tulisan Download dan download WinBox dari situ.
Simpan di local harddisk. Jalankan Winbox, masukkan Ip address, username dan password.
–[5]– DHCP Server
DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang
memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server,
sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator
untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.
Bentuk perintah konfigurasi
ip dhcp-server setup
dhcp server interface = { interface yang digunakan }
dhcp server space = { network yang akan di dhcp }
gateway for dhcp network = { ip gateway }
address to give out = { range ip address }
dns servers = { name server }
lease time = { waktu sewa yang diberikan }
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
a. Tambahkan IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.1-192.168.0.30
b. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client.
Pada contoh ini networknya adalah 192.168.0.0/27 dan gatewaynya 122.168.0.30
/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/27 gateway=192.168.0.30 dns-server=192.168.0.30 \
comment=””
c. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface Local )
/ip dhcp-server add interface=local address-pool=dhcp-pool
d. Lihat status DHCP server
[admin@routerku] > ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0dhcp1 Local
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
dahulu pada langkah e.
e. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
sudah aktif
f. Tes Dari client
Misalnya :
D:\>ping www.yahoo.com
–[6]– Transparent Proxy Server
Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke suatu web
yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di simpan didalam
caching server.Transparent proxy menguntungkan dalam management client,
karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy di
setiap browser komputer client karena redirection dilakukan otomatis di sisi
server.
Bentuk perintah konfigurasi :
a. Setting web proxy :
- ip proxy set enable=yes
port={ port yang mau digunakan }
maximal-client-connections=1000
maximal-server-connections=1000
- ip proxy direct add src-address={ network yang akan di
NAT} action=allow
- ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional}
hostname={ nama host untuk proxy/optional}
port={port yang mau digunakan}
src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi
ke parent proxy/default 0.0.0.0}
transparent-proxy=yes
max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan
sebagai cache/default 4096 in Kilobytes}
max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan
dipakai sebagai penyimpan file cache/unlimited
| none | 12 in megabytes}
cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan
apabila proxy error, status akan dikirim
ke email tersebut}
enable==yes
Contoh konfigurasi
——————-
a. Web proxy setting
/ ip web-proxy
set enabled=yes src-address=0.0.0.0 port=8080 \
hostname=”proxy.routerku.co.id” transparent-proxy=yes \
parent-proxy=0.0.0.0:0 cache-administrator=” support@routerku.co.idThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it ” \
max-object-size=131072KiB cache-drive=system max-cache-size=unlimited \
max-ram-cache-size=unlimited
Nat Redirect, perlu ditambahkan yaitu rule REDIRECTING untuk membelokkan
traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY.
b. Setting firewall untuk Transparant Proxy
Bentuk perintah konfigurasi :
ip firewall nat add chain=dstnat
protocol=tcp
dst-port=80
action=redirect
to-ports={ port proxy }
Perintahnya:
——————————————————————————–
/ ip firewall nat
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080 \
comment=”” disabled=no
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=3128 action=redirect to-ports=8080 \
comment=”” disabled=no
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=8000 action=redirect to-ports=8080 \
——————————————————————————–
perintah diatas dimaksudkan, agar semua trafik yang menuju Port 80,3128,8000
dibelokkan menuju port 8080 yaitu portnya Web-Proxy.
CATATAN:
Perintah
/ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy}
/ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}
–[7]– Bandwidth Management
QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan pelayanan
yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan bandwidth management
untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi
adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software
untuk memanagement bandwidth.
Bentuk perintah konfigurasi:
queue simple add name={ nama }
target-addresses={ ip address yang dituju }
interface={ interface yang digunakan untuk melewati data }
max-limit={ out/in }
Dibawah ini terdapat konfigurasi Trafik shaping atau bandwidth management
dengan metode Simple Queue, sesuai namanya, Jenis Queue ini memang
sederhana, namun memiliki kelemahan, kadangkala terjadi kebocoran bandwidth
atau bandwidthnya tidak secara real di monitor. Pemakaian untuk 10 Client,
Queue jenis ini tidak masalah.
Diasumsikan Client ada sebanyak 15 client, dan masing-masing client diberi
jatah bandwidth minimum sebanyak 8kbps, dan maksimum 48kbps. Sedangkan
Bandwidth totalnya sebanyak 192kbps. Untuk upstream tidak diberi rule,
berarti masing-masing client dapat menggunakan bandwidth uptream secara
maksimum. Perhatikan perintah priority, range priority di Mikrotik sebanyak
delapan. Berarti dari 1 sampai 8, priority 1 adalah priority tertinggi,
sedangkan priority 8 merupakan priority terendah.
Berikut Contoh kongirufasinya.
——————————————————————————–
/ queue simple
add name=”trafikshaping” target-addresses=192.168.0.0/27 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=none priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/64000 max-limit=0/192000 total-queue=default disabled=no
add name=”01″ target-addresses=192.168.0.1/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”02″ target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”03″ target-addresses=192.168.0.3/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”04″ target-addresses=192.168.0.4/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”10″ target-addresses=192.168.0.25/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”05″ target-addresses=192.168.0.5/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”06″ target-addresses=192.168.0.6/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”07″ target-addresses=192.168.0.7/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”08″ target-addresses=192.168.0.8/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”09″ target-addresses=192.168.0.9/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”10″ target-addresses=192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”11″ target-addresses=192.168.0.11/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”12″ target-addresses=192.168.0.12/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”13″ target-addresses=192.168.0.13/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”14″ target-addresses=192.168.0.14/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”15″ target-addresses=192.168.0.15/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
Perintah diatas karena dalam bentuk command line, bisa juga di copy
paste, selanjutnya di paste saja ke consol mikrotiknya. ingat lihat
dulu path atau direktory aktif. Silahkan dipaste saja, kalau posisi
direktorynya di Root.
——————————————————————-
Terminal vt102 detected, using multiline input mode
[admin@mikrotik] >
——————————————————————
Pilihan lain metode bandwidth manajemen ini, kalau seandainya ingin
bandwidth tersebut dibagi sama rata oleh Mikrotik, seperti bandwidth
256kbps downstream dan 256kbps upstream. Sedangkan client yang akan
mengakses sebanyak 10 client, maka otomatis masing-masing client
mendapat jatah bandwidth upstream dan downstream sebanyak 256kbps
dibagi 10. Jadi masing-masing dapat 25,6kbps. Andaikata hanya 2 Client
yang mengakses maka masing-masing dapat 128kbps.
Untuk itu dipakai type PCQ (Per Connection Queue), yang bisa secara
otomatis membagi trafik per client. Tentang jenis queue di mikrotik
ini dapat dibaca pada manualnya di http://www.mikrotik.com/testdocs/
ros/2.9/root/queue.php.
Sebelumnya perlu dibuat aturan di bagian MANGLE. Seperti :
——————————————————————–
/ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/27 \
action=mark-connection new-connection-mark=users-con
/ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet \
new-packet-mark=users chain=forward
———————————————————————-
Karena type PCQ belum ada, maka perlu ditambah, ada 2 type PCQ ini.
Pertama diberi nama pcq-download, yang akan mengatur semua trafik
melalui alamat tujuan/destination address. Trafik ini melewati
interface Local. Sehingga semua traffik download/downstream yang
datang dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.
Tipe PCQ kedua, dinamakan pcq-upload, untuk mengatur semua trafik upstream
yang berasal dari alamat asal/source address. Trafik ini melewati
interface public. Sehingga semua traffik upload/upstream yang berasal
dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.
Perintah:
————————————————————————-
/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address
————————————————————————-
Setelah aturan untuk PCQ dan Mangle ditambahkan, sekarang untuk aturan
pembagian trafiknya. Queue yang dipakai adalah Queue Tree, Yaitu:
————————————————————————-
/queue tree add parent=Local queue=pcq-download packet-mark=users
/queue tree add parent=Public queue=pcq-upload packet-mark=users
————————————————————————-
Perintah diatas mengasumsikan, kalau bandwidth yang diterima dari provider
Internet berflukstuasi atau berubah-rubah. Jika kita yakin bahwa bandwidth
yang diterima, misalkan dapat 256kbs downstream, dan 256kbps upstream, maka
ada lagi aturannya, seperti :
Untuk trafik downstreamnya :
————————————————————————
/queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k
/queue tree add parent=Download queue=pcq-download packet-mark=users
————————————————————————-
Dan trafik upstreamnya :
—————————————————————————
/queue tree add name=Upload parent=Public max-limit=256k
/queue tree add parent=Upload queue=pcq-upload packet-mark=users
—————————————————————————
–[8]– Monitor MRTG via Web
Fasilitas ini diperlukan untuk monitoring trafik dalam bentuk grafik, dapat
dilihat dengan menggunakan browser. MRTG (The Multi Router Traffic Grapher)
telah dibuild sedemikian rupa, sehingga memudahkan kita memakainya. Telah
tersedia dipaket dasarnya.
Contoh konfigurasinya
————————————————————————-
/ tool graphing
set store-every=5min
/ tool graphing interface
add interface=all allow-address=0.0.0.0/0 store-on-disk=yes disabled=no
—————————————————————————
Perintah diatas akan menampilkan grafik dari trafik yang melewati interface
jaringan baik berupa Interface Public dan Interface Local, yang dirender
setiap 5 menit sekali. Juga dapat diatur Alamat apa saja yang dapat mengakses
MRTG ini, pada parameter allow-address.
–[9]– Keamanan di Mikrotik
Setelah beberapa Konfigurasi diatas telah disiapkan, tentu tidak lupa kita
perhatikan keamanan dari Mesin gateway Mikrotik ini, ada beberapa fasilitas
yang dipergunakan. Dalam hal ini akan dibahas tentang Firewallnya. Fasilitas
Firewall ini secara pringsip serupa dengan IP TABLES di Gnu/Linux hanya saja
beberapa perintah telah di sederhanakan namun berdaya guna.
Di Mikrotik perintah firewall ini terdapat dalam modus IP, yaitu
[admin@routerku] > /ip firewall
Terdapat beberapa packet filter seperti mangle, nat, dan filter.
————————————————————————-
[admin@routerku] ip firewall> ?
Firewall allows IP packet filtering on per packet basis.
.. — go up to ip
mangle/ — The packet marking management
nat/ — Network Address Translation
connection/ — Active connections
filter/ — Firewall filters
address-list/ –
service-port/ — Service port management
export –
————————————————————————–
Untuk kali ini kita akan lihat konfigurasi pada ip firewall filternya.
Karena Luasnya parameter dari firewall filter ini untuk pembahasan Firewall
Filter selengkapnya dapat dilihat pada manual mikrotik, di
http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/ip/filter.php
Konfigurasi dibawah ini dapat memblokir beberapa Trojan, Virus, Backdoor
yang telah dikenali sebelumnya baik Nomor Port yang dipakai serta Protokolnya.
Juga telah di konfigurasikan untuk menahan Flooding dari Jaringan Publik dan
jaringan Lokal. Serta pemberian rule untuk Access control agar, Rentang
jaringan tertentu saja yang bisa melakukan Remote atau mengakses service
tertentu terhadap Mesin Mikrotik kita.
Contoh Aplikasi Filternya
—————————————————————————–
/ ip firewall filter
add chain=input connection-state=invalid action=drop comment=”Drop Invalid \
connections” disabled=no
add chain=input src-address=!192.168.0.0/27 protocol=tcp src-port=1024-65535 \
dst-port=8080 action=drop comment=”Block to Proxy” disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=12667 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=31846 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input connection-state=established action=accept comment=”Allow \
Established connections” disabled=no
add chain=input protocol=udp action=accept comment=”Allow UDP” disabled=no
add chain=input protocol=icmp action=accept comment=”Allow ICMP” disabled=no
add chain=input src-address=192.168.0.0/27 action=accept comment=”Allow access \
to router from known network” disabled=no
add chain=input action=drop comment=”Drop anything else” disabled=no
add chain=forward protocol=tcp connection-state=invalid action=drop \
comment=”drop invalid connections” disabled=no
add chain=forward connection-state=established action=accept comment=”allow \
already established connections” disabled=no
add chain=forward connection-state=related action=accept comment=”allow \
related connections” disabled=no
add chain=forward src-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward dst-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward src-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward dst-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward src-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward dst-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”” disabled=no
add chain=forward protocol=tcp action=jump jump-target=tcp comment=”” \
disabled=no
add chain=forward protocol=udp action=jump jump-target=udp comment=”” \
disabled=no
add chain=forward protocol=icmp action=jump jump-target=icmp comment=”” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=111 action=drop comment=”deny RPC \
portmapper” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=135 action=drop comment=”deny RPC \
portmapper” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny NBT” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment=”deny cifs” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=2049 action=drop comment=”deny NFS” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=12345-12346 action=drop comment=”deny \
NetBus” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=20034 action=drop comment=”deny NetBus” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=3133 action=drop comment=”deny \
BackOriffice” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=67-68 action=drop comment=”deny DHCP” \
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP” \
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=111 action=drop comment=”deny PRC \
portmapper” disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=135 action=drop comment=”deny PRC \
portmapper” disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny
Sabtu, 30 Mei 2009
laporan pkl
sekarang udah di hard cover, tinggal di tanda tanganin aajjjaaa dech....
ternyata buat laporan ntu ga gampang.
gw punya laporan pkl yang udah n sempet diperiksa. sekian lama bikin cuma ini yang bener dan paling bener. sekedar mengurangi beban bagi semua yang abiz pkl n binggung bikin laporannya apa, gw kasih nie laporan gw yang bisa u download di arsip gw yang lama udah gw buat ink download-nya.
sejarah PT-nya PT TELEKOMUNIKASIH INDONESIA. tinggal ganti sejarahnya aja....
kalu yang PKL di Telkom. berarti sama kaya gw. tinggal edit jadi dechhh... enak kan????
Sabtu, 11 April 2009
skema gambar point to point
Kadang-kadang, pengembangan jaringan komputer pada sebuah kantor membutuhkan koneksi antar gedung untuk mendapatkan koneksi jaringan lokal yang stabil. Koneksi jaringan komputer antar gedung tersebut bisa menggunakan kabel UTP, FO (serat optik), atau wireless connection. Nah tulisan ini akan membahas koneksi jaringan dengan menggunakan perangkat wireless point to point untuk menghubungkan jaringan komputer antar gedung.
Uji coba koneksi dilakukan dengan kondisi lapangan sebagai berikut:
1. Gedung A telah memiliki jaringan lokal dan koneksi internet.
2. Gedung B telah memiliki jaringan lokal tapi belum terhubung dengan jaringan lokal yang ada di Gedung A. Sehingga jaringan lokal Gedung B tidak dapat mengakses server-server lokal yang ada di jaringan Gedung A.
3. Jarak Gedung A dengan Gedung B ± 50 meter.
Peralatan yang digunakan untuk uji coba:
1. Dua buah Linksys WAP54G.
2. Kabel UTP secukupnya yang sudah terpasang konektor RJ45 di ujung-ujungnya.
Langkah uji coba pemasangan:
1. Konfigurasi WAP54G.
o Kedua WAP54G channelnya disamakan.
o Masing-masing WAP54G diberi nomor IP address (tentu saja IP address yang dipasang harus berbeda namun masih dalam lingkup satu lokal jaringan).
o WAP54G untuk Gedung A di setting sebagai Access Point (default setting WAP54G).
o WAP54G untuk Gedung B di setting sebagai Bridge dengan mencantumkan nomor mac address dari WAP54G Gedung A. Untuk setting ini masuk ke halaman administrasi WAP54G pilih menu Setup > AP Mode. Pilih opsi Wireless Bridge kemudian masukkan nomor mac address WAP54G Gedung A ke salah satu kotak isian opsi Wireless Bridge.
Nomor mac address WAP54G dapat ditemukan pada sticker yang tertempel di bagian bawah WAP54G. Atau dalam halaman administrasi WAP54G pada menu Setup > AP Mode.
o Jangan lupa disimpan setiap kali melakukan perubahan setting pada WAP54G.
2. Pemasangan alat.
o Usahakan WAP54G ditempatkan pada titik paling luar yang saling berdekatan antara Gedung A dengan Gedung B. Juga usahakan jangan sampai ada penghalang antar WAP54G (misal: tembok yang tebal) sehingga dapat menghalangi sinyal komunikasi kedua WAP54G tersebut.
o Sambungkan WAP54G Gedung A ke jaringan lokal yang ada di Gedung A dengan menggunakan kabel UTP. Begitu juga dengan WAP54G Gedung B disambung ke jaringan lokal Gedung B dengan kabel UTP.
o Jika pemasangan WAP54G jauh dari sumber daya listrik, gunakan PoE (Power over Ethernet) yang sudah banyak dijual di toko-toko komputer.
3. Setelah konfigurasi dan pemasangan WAP54G selesai, langkah terakhir tinggal menyesuaikan IP address komputer-komputer yang ada di Gedung B dengan IP address komputer-komputer yang ada di Gedung A sehingga menjadi satu lokal jaringan.
Tes koneksi:
Untuk melakukan tes koneksi, yang paling mudah adalah dengan menggunakan perintah “ping” dari komputer yang ada di Gedung B ke IP address WAP54G Gedung A. Setelah muncul “ping reply” nya maka selesailah pemasangan WAP54G.
Sampai disini komputer-komputer yang ada di Gedung B sudah menjadi bagian dari lokal jaringan Gedung A.
Selamat mencoba.
Contoh skema jaringan bridge yang saya buat di smkn 1 cibinong mengunakan AP linksys Wap54G dengan AP linksys wap54g..
Selasa, 31 Maret 2009
Install Debian ETCH 4.0
- yang pertama booting komputer.
- truz tekan del atau apalah buat masuk ke BIOS.
- ya udah ganti first boot-nya dari cdrom
- masukin cd debian-nya
- teruz kalo di jelasin disini cape ngetiknya, jadi download aja ya
- kira-kira gambar-nya kaya gini.....
Sabtu, 14 Maret 2009
Contoh skema jaringan
Berikut ini adalah contoh skema jaringan dari ICT ke LabJar
Rabu, 11 Maret 2009
Alamat Blog anak TKJ
| NAMA SISWA | Alamat Blog |
| Ade Sudaryana | adheyana.blogspot.com |
| Agung Hidayat Hartono Putra | agoenghidayat.blogspot.com |
| Ahmad Hidayat | hyday-at.blogspot.com |
| Ahmad Labib Suryonoputra | ahmadlabib.blogspot.com |
| Akbar Verdianto | AkbarVerdianto.blogspot.com |
| Antony Priyanto | antonytkjsatoe.blogspot.com |
| Aulia Nurfyansyah | aulianurfyansyah.blogspot.com |
| Dianta Donna K | diantaonna.blogspot.com |
| Diasmoro Yoga Pratama | diasrangers.blogspot.com |
| Eko Prastyo Nugroho | blogkemaseko.blogspot.com |
| Eri Prasetia | eriprasetia.blogspot.com |
| Erry Gustiawan | errytkj1.blogspot.com |
| Fazrilla Ichsan | fazriltkj.blogspot.com |
| Ferdian Syah Putra Rajaguru H | ferdytkj.blogspot.com |
| Gideon Suryanto | gideonsaintcommunity.blogspot.com |
| Haryadi Tabroni | aryadiana.my-place.us |
| Hendra | hendrapackard.blogspot.com |
| Indra Permana | iendrabloggers.blogspot.com |
| Jennifer Jacqueline | jennifer-bryant.blogspot.com |
| Jaka reska Firdaus | mrjrefs.blogspot.com |
| Listy Mutiara Rideka | lrideka.blogspot.com |
| Muhammad Agus | agoestkj.blogspot.com |
| Muhammad Fajri S | fajrie-tkj1.blogspot.com |
| Muhamad Yahya | blog-yahya-tkj.blogspot.com |
| Muhsin Khoirudin | muhsinkhoirudin.blogspot.com |
| Nining Wahyu Septiani | niningwahyu.blogspot.com |
| R. Nur Imam Prayoga | yoghatkj.blogspot.com |
| Rahmi Yulia Anindita Subagyo | rayaanindita.blogspot.com |
| Ratna Puspitasari | nnazone.blogspot.com |
| Realita Dwinanda Cynthya | realita-d-chynthya.blogspot.com |
| Rendy Prayudhi | rendyprayudhi.blogspot.com |
| Ridwan Fauzi | ridwan-tkj.blogspot.com |
| Suci Ramadianti | suci-tkj.blogspot.com |
| Taufik Muhammad Mugirah | taufickzone.blogspot.com |
| Teguh Prasetyo | teguhtkj1.blogspot.com |
| Yakub Guno Wibowo | yakuboke.blogspot.com |
| Yasser Sidiek | yasserkingronin.blogspot.com |
Sabtu, 07 Maret 2009
Skema Jaringan filetype vsd
kita ga pernah tau skema perjalanan jaringan'y...
iya ga????
disini saya sebagi orang yang baik hati...(emang tugas dari sekolah sich...hehehe) memberikan penjelasan atau gambar skema jaringan di sekolah kami tercinta...
kira-kira skema'y kaya gini dech...
download aja di sini
semoga dapat di mengerti......
Selasa, 17 Februari 2009
Cara Membuat Link Pada Blogger
Gimana sich caranya membuat link download????
Sebelumnya saya juga ga tau,, tapi iseng-iseng browsing di google dengan kata kunci “cara membuat link download pada blogger” eh,, taunya dapet juga ilmunya.
Jadi kalo ada temen-temen yang mau download dari weblog ini yach tinggal klik aja,,dapet dech…
Klo temen-temen pengen ikutan juga, disini saya buat artikelnya, kalo salah maaf yach,, soalnya saya agak lupa….hehehe
1. Silahkan klik di sini untuk menuju http://www.2shared.com ada juga situs lainnya seperti 4shared.com, dll. Tapi kali ini saya jelaskan cara upload-nya di http://www.2shared.com. Selain lebih mudah juga tanpa daftar dulu.
2. Setelah itu klik browse untuk meng-upload file kita.
3. Kemudian klik file yang akan di upload, lalu klik open
4. Setelah itu klik UPLOAD, dan tunggu sampai loading selesai.
5. Setelah itu akan muncul tampilan seperti di bawah ini, copy code link yang ada.
Langkah selanjutnya adalah memasukan kode tadi ke dalam blog kita, saya ambil contoh kode yang sudah di upload seperti ini :
Kode ini merupakan kode link biasa, jadi tentunya tidak mutlak. Kata download here, bisa kita ganti dengan kata apa saja sekehendak kita. saya ambil contoh kata download here di rubah menjadi kata klik disini, maka kode diatas menjadi seperti di bawah ini :
Bagaimana cara memasukan kode diatas? tentu saja terserah andat mau di tempatkan dimana saja, mau di sidebar, footer, atau bahkan di dalam postingan pun bisa. Saya ambil contoh didalam postingan isinya seperti ini :
Maka nanti di blog kita akan tampil seperti ini
Untuk men download artikel tentang internet, silahkan klik link di bawah ini:
downloadSaya kira sudah cukup pembahasan tentang cara membuat link download, mudah-mudahan dapat di mengerti. Selamat mencoba !
Muhammad yahya XI tkj 1
Kamis, 12 Februari 2009
setting wireless ad-hoc & infrastruktur
Klo mau belajar juga,download aja artikelnya
Setting AP asus klik here
Setting ad-hoc klik here
Internet Connections Sharing
download artikel lengkap klik here
Selasa, 03 Februari 2009
Cara Setting Access Point merk JAHT

Untuk berbagi pengalaman, disini saya sudah buat sebuah artikel atau laporan cara-cara setting AP JAHT.
Bagi yang mau dan pengen lihat klik here
Terima kasih telah berkunjung...
Sabtu, 24 Januari 2009
Jawaban soal BSE Bab 16
SOAL LATIHAN
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar.!
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan jaringan LAN, MAN dan WAN!
8. Sebutkan 5 perangkat keras jaringan dan jelaskan secara rinci satu persatu!
9. Apakah fungsi Hub dalam jaringan?
10. Sebutkan topologi jaringan dan jelaskan kelemahan dan keuntungan
dari masing-masing topologi tersebut.
11. Jelaskan perbedaan antara jaringan yang bersifat Client-server dan
peer-to-peer!
12. FDDI merupakan protocol yang diberikan oleh ITU-T dalam jaringan LAN dan Jelaskanlah metode akses dari FDDI dan bagaimana transmisi data pada FDDI.
JAWABAN
7. 1. Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputerkomputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.
2. Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
3. Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program program (aplikasi) pemakai.
8. a. NIC (Network Interface Card)
b. Switch
c Kabel
d. konektor
e. pc (personal computer)
penjelasannya:
a. NIC
adalah kartu jaringan atau LAN card yang berupa papan elektronik yang dipasangkan disetiap komputer yang akan dihubungkan kesuatu jaringan. NIC merupakan parangkat paling utama yang harus terpasang dalam komputer. Setiap komputer dapat dihubungkan dengan suatu jaringan, proses tukar menukar data atau informasi antara satu komputer dengan komputer lainnya dapat terjadi.
Sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini banyak sekali jenis dan merk dari NIC, namun demikian, ada dua hal pokok yang harus diketahui dari kartu jaringan, yaitu tipe kartu dan tipe kabel yang digunakan.

b. Switch
Switch atau dikenal pula dengan istilah LAN switch, merupakan perluasan dari konsep bridge. Ada dua dasar yang digunakan pada switch, yaitu :
1.Switch cut-throuh : Memiliki kelebihan disisi kecepatan ketika sebuah paket datang , Switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan kesegmen tujuannya.
2. Switch stort-and forward : Merupakan kebalikan dari Switch cut-through
Saat ini ada beberapa tipe dan jenis kabel yang digunakan untuk suatu jaringan. Antara lain :
-Twisted Pair Cable (UTP)
Kabel Twisted pair ini ada dua jenis, yaitu shieled dan unshieled. Shieled adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus, sedangkan unshieled tidak mempunyai pembungkus. Untuk koneksinya kabel ini menggunkan konektor RG-45 atau RG-11.
Twisted Pair cable juga dikenal sebagai Base T cocok untuk jaringan kecil, sedang, maupun besar yang mempunyai fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakaian network.
-Coaxial Cable
Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN, karena harga pembuatan jaringannya yang lebih murah. Dibandingkan dengan UTP. Kabel ini memiliki bandwidth yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband. Thick coaxial biasanya digunakan untuk kabel backbone pada jaringan instalasi internet atau gedung menjangkau jarak 500 meter. Bahkan sampai 2500 meter dengan menggunakan repeater.
-Fiber Optik (F/O)
Jaringan yang menggunakan F/O ini memang sangat jarang digunakan. Biasanya perusahaan-perusahaan besar saja yang menggunakan jaringan dengan media F/O. karena harganya relative lebih mahal dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan F/O ini dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan lagi kecepatan pengiriman data dengan media F/O ini lebih dari 100Mbps, dan bebas dari pengaruh lingkungan.
d. Konektor
Konektor adalah peripheral yang kita pasangkan pada ujung kabel UTP. Tujuannya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN Card. Biasanya dalam jaringan komputer konektor yang dipakai adalah konektor RG-45. Untuk dapat memasangkan ujung-ujung kabel UTP dengan konektor RG-45, maka diperlukan sebuah alat yang dinamakan Plug Crimper/Crimping Tool.
e. PC(Personal Komputer)
Komputer merupakan media yang dihubungkan dalam jaringan. Maka apabila mengatakan sebuah jaringan computer. Maka secara otomatis media yang dihubungkan adalah computer jika tidak ada computer maka sebuah jaringan computer tidak dapat terjadi.
10. *Topologi BUS
Topologi jaringan jenis ini menggunakan sebuah kabel pusat yang sering disebut dengan backbone yang merupakan media utama dari jaringan. Terminal atau host yang akan membangun jaringan dihubungkan dengan kabel utama yang merupakan inti dari
jaringan. Data yang dikirimkan akan langsung menuju terminal yang dituju tanpa harus melewati terminal atau host yang dalam jaringan.
Keuntungan : Kerugian :
Ø Hemat kabel
Ø Layout kabel sederhana
Ø Mudah dikembangkan
Ø Tidak membutuhkan kendali pusat
Ø Penambahan dan pengurangan terminal tanpa mengganggu operasi yang sedang berjalan.
Kerugian :
Ø Deteksi dan kesalahan isolasi sangat kecil
Ø Kepadatan lalu lintas
Ø Keamanan data kurang terjamin
Ø Kecepatan akan menurun jika client bertambah
Ø Diperlukan repeater untuk jarak yang jauh
*Topologi Star
terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi data yang terjadi, maksudnya semua computer mengelilingi Hub pusat yang mengontrol komunikasi jaringan dan dapat berkomunikasi dengan Hub lain. Batas jarak komputer dengan Hub kurang lebih sekitar 100 meter. Setiap titik koneksi pada jaringan akan berkomunikasi melalui titik koneksi pusat atau konsentrator terlebih dahulu sebelum menuju server. Jaringan lebih fleksibel dan Bagian 16: Jaringan LAN dan WAN 355 luas dibandingkan dengan dua topologi yang lainnya.
Keuntungan :
Ø Paling fleksibel
Ø Pemasangan sangat mudah dan tidak menggangu jaringan lain
Ø Control terpusat
Ø Kemudahan dan deteksi kesalahan/kerusakan
Ø Kemudahan pengelolaan jaringan
Kerugian :
Ø Boros kabel
Ø Perlu penanganan khusus
Ø Control terpusat(hub)jadi elemen kritis
*Topologi Ring
Topologi ini mirip dengan topologi bus, tetapi kedua terminal yang berada di ujung saling dihubungkan, sehingga menyerupai seperti cincin. Setiap paket data yang diperoleh diperiksa alamatnya oleh terminal yang dilewatinya. Jika bukan untuk nya , paket dilewatkan sampai menemukan alamat yang benar. Setiap terminal dalam jaringan saling tergantung sehingga jika terjadi kerusakan pada satu terminal maka seluruh jaringan akan terganggu. Namun paket data mengalir satu arah sehingg dapat menghindari terjadinya tabrakan
Keuntungan :
Ø Hemat kabel dan dapat melayani lalu lintas yang padat dengan resiko tabrakan data yang kecil.
Kerugian :
Ø Peka terhadap kesalahan
Ø Pengembangan jaringan lebih kaku
Ø Kerusakan pada media pengiriman dan terminal dapat menyebabkan kelumpuhan kerja seluruh jaringan dan lambat karena pengiriman data berdasarkan antrian.
*Topologi Mesh
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya
Keuntungan :
Ø Meningkatnya jumlah sentral
Kerugian :
Ø Relatif mahal dalam pengoperasiannya
11. Perbedaan jaringan client server dengan jaringan peer to peer adalah pada jaringan peer to peer pertukaran data hanya dapat dilakukan antar dua computer atau beberapa computer dalam satu area kerja, pada jaringan peer to peer computer yang terhubung memiliki kedudukan yang sama antara satu dengan yang lain. Dan spesifikasi computer dalam jaringan peer to peer rata-rata sama besarnya. Dan apabila ada gangguan pada satu computer tidak akan berpengaruh kepada computer lainnya.
Sedangkan pada jaringan client-server, adalah dalam satu jaringan ada sebuah computer yang bertindak sebagai media pelayanan fasilitas yang disebut dengan computer server, sedangkan computer yang menerima fasilitas dari computer server dinamakan client. Spesifikasi computer dalam jaringan client server adalah computer server lebih tinggi karena sebagai computer penyedia layanan fasilitas-fasilitas jaringan seperti, data base server, file server, dan lain-lain membutuhkan spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan client. Apabila ada gangguan pada server maka seluruh aktivitas jaringan akan terganggu, karena computer server tidak dapat melayani fasilitasnya karena mengalami gangguan.
12. Fiber Distributed Data Interface (FDDI)
FDDI adalah protokol LAN yang distandarisasikan oleh ITU -T. FDDI mendukung laju data 100 MBps, sehingga menjadi aternatif pengganti ethernet dan token ring. FDDI dalam implementasinya harus menggunakan kabel serat optik, sehingga dari segi biaya adalah sangat mahal. Metoda akses: Token passing
FDDI dalam metode akses sama dengan Token Ring yakni token passing.
Token passing yaitu apabila suatu node ingin mengirimkan paket data, maka paket data yang akan dikirim ditempelkan pada token, token kemudian akan membawa paket data tersebut pada tujuannya. Pada waktu token berisi data, node lain tidak dapat menggunakan token tersebut sampai token menyelesaikan tugas pengiriman paket data. Apabila paket data telah sampai pada tujuan, node pengguna tadi melepaskan token untuk dipakai oleh node yang lain.cara kerja ini dinamakan token passing scheme.
FDDI menggunakan 2 hingga 6 byte alamat fisik. FDDI mendukung laju data pada 100 Mbps. FDDI hanya menggunakan 2 jenis frame: data dan token, lihat gambar 16.9
FDDI diimplementasikan menggunakan ring ganda (dual ring). Dalam banyak kasus data ditransmisikan pada ring pertama (primary ring). Jika ring pertama mengalami masalah, maka ring kedua (secondary ring ) melakukan recovery. Setiap station atau node atau komputer dikoneksi dengan device yang bernama media transfer connector (MIC). Setiap MIC memiliki 2 fiber port.
FDDI memiliki 3 tipe node: dual attachment station (DAS), single attachment station (SAS), dan dual attachment concentrator (DAC). Untuk DAS memiliki 2 MIC (MIC A dan MIC B) lihat gambar 16.10.

















